Studi: Cinta Pada Pandangan Pertama Tidak Nyata


Jatuh cinta pada pandangan pertama tak berlaku pada setiap orang.

Cinta Pada Pandangan Pertama Tidak Nyata

Studi menyebutkan, butuh interaksi lebih mendalam untuk benar-benar merasakan cinta. (iStock)

VIVAlife – Anda berada di sebuah pesta dan tiba-tiba seseorang mengajak berkenalan. Kalian berbincang dan merasa cocok, kemudian dihinggapi perasaan istimewa dengan waktu yang sangat singkat. Inikah yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama?

Memang, dibutuhkan kurang dari satu detik untuk memutuskan apakah orang tersebut menarik secara fisik, terlalu tua, terlalu muda ataupun terlalu berantakan. Kemudian ketika berbicara dengan orang itu, respon akan segera meningkat dalam hitungan detik juga.

Cara orang berbicara bisa menyimpulkan tingkat pendidikan mereka, terlebih jika diskusi menyentuh nilai-nilai agama, ekonomi dan kehidupan sosial. Selain itu, atribut pada penampilan seperti aksesoris rambut, tas, jam tangan hingga tato juga mempengaruhi respon.

Bisa saja figur orang itu memberikan apa yang selama ini Anda butuhkan, bahkan jika baru kenal dalam hitungan menit sekalipun.

Tapi itu masalah perasaan. Fakta lain yang perlu dipahami, jatuh cinta pada pandangan pertama tak berlaku pada setiap orang.

Pernyataan tersebut didapat dari survei yang dilakukan oleh Universitas Ben Gurion di Israel. Dilansir dari laman Oprah, data menunjukkan, hanya 11 persen dari 493 responden mengatakan hubungan jangka panjang mereka, dimulai dari jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi, mereka menyatakan lebih yakin pada pilihan mereka setelah mengenal lebih jauh.

Sisanya tidak demikian, butuh interaksi lebih mendalam untuk benar-benar merasakan cinta.

Ayala Malach, pemimpin penelitian tersebut menyatakan, semakin sering Anda berinteraksi dengan orang yang disukai, semakin kuat tanggapan bahwa ia tampan, cerdas dan mirip dengan diri Anda. Kecuali jika ditemukan sesuatu yang tak disukai dari orang itu.

“Jadi, bijaksanalah untuk mengontrol perasaan, tunggulah sampai pertemuan kedua. Butuh waktu bertahun-tahun bagi kedua insan untuk benar-benar menghargai satu sama lain,” kata Malach.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s