Ini Alasan Wanita Anggap Pria Atletis Lebih Seksi


Pria dengan indeks massa tubuh rendah lebih disukai. Mengapa?

221615_ilustrasi-six-pack-berotot_663_382Ilustrasi pria dengan perut six pack berotot (iStockphoto)

VIVAlife – Wanita mana yang tidak suka dengan tubuh atletis pria? Dada yang bidang dan perut kotak-kotak jelas tampak lebih menarik dibanding pria gemuk.

Ketertarikan itu bukan tanpa alasan, sebab secara alamiah wanita lebih tertarik pada pria yang mampu menjaga kesehatan diri.

Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian dari University of Wroclaw yang menyebutkan bahwa kekebalan seseorang terhadap kuman penyebab penyakit berkaitan dengan penampilan menariknya.

Itulah sebabnya pria atletis tampak lebih menarik, karena mereka cenderung lebih resisten terhadap mikroba, khususnya saluran pernapasan.

“Dilihat dari segi evolusi, karakter wajah dan tubuh tertentu dapat menunjukkan bahwa seorang individu lebih baik secara genetika dan kesehatan, yang merupakan faktor penting dalam pemilihan pasangan,” jelas Boguslaw Pawlowski, ketua studi dari University of Wroclaw, seperti dilansir US News.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Human Biology tersebut menunjukkan, jumlah dan tipe mikroba dalam saluran pernapasan pria dapat menjadi indikator jitu terhadap kondisi biologis mereka.

Para peneliti menemukan, satu aspek kunci kesehatan yang disebut “imunokompeten”, yaitu kemampuan sistem imun seseorang untuk melawan mikroba penyebab penyakit dan ancaman lainnya. Semakin menarik seorang pria maka semakin resisten terhadap mikroba.

Salah satu cara untuk mengukur kekuatan sistem imun adalah dengan melihat jumlah dan tipe mikroba pada saluran pernapasan. Powlowski dan timnya kemudian melakukan pengukuran tersebut, sekaligus tinggi dan berat badan pada peserta yang terdiri dari pria maupun wanita, serta rasio pinggang dan panggul khusus pada peserta wanita.

Mereka lalu mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan 90 pria sehat dan 103 wanita sehat untuk mengetahui jumlah dan tipe mikroba di sana.

Hasilnya ditemukan, pria dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih kecil cenderung memiliki koloni mikroba penyebab penyakit yang lebih sedikit pada hidung dan tenggorokannya. Sebaliknya, pria dengan IMT lebih besar lebih mungkin untuk membawa mikroba penyebab penyakit. Namun hubungan tersebut tidak terlihat pada kelompok peserta wanita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s